Langsung ke konten utama

Postingan

Mulutnya....

Hidup memang gak selamanya sesuai dengan yang kita mau, tapi katanya sih sudah diberikan sesuai dengan yang kita butuhkan, walau gak kita sadari. Katanya... Kata siapa? Itu para pemerhati motivasi. Contohnya: Menjalani pekerjaan gak sesuai passion, udah pasti itu bukan yang kita mau, tapi katanya itu yang kita butuhkan. Ya iya sih, ya kalau kita mau tetap hidup, untuk bisa tetap hidup kita butuh uang, uang dapetnya dari kerja, ya walau gak sesuai passion. Lah kira-kira kerjanya jadi ikhlas gak? Ya kayaknya enggak. Ya gimana ya, mencintai orang yang gak kita cintai aja sakit. Sakitnya ya kita merasa terganggu aja sama kegiatan mereka yang terus mencari cara agak bisa dicintai balik. Kalo ada yang bilang nanti juga akan cinta pada waktunya. Duh mulutnya..... Tidak semudah itu ya!  Ya intinya hidup itu ya begini, dia udah segitu, kamu masih segini. Dia yang salah, dia yang galak.

Tuhan gak suka Starbak!

Pernah gak kamu ada di kondisi dimana kamu gak tau lagi harus ngapain. Masa dimana kamu merasa kamu udah mencoba semua hal tapi it doesn't work. Kemudian bingung.... Lalu kamu curhat ke Tuhan diwaktu dimana orang-orang udah tidur nyenyak, kamu bicara sama Tuhan tapi dengan membawa kepercayaan diri yang levelnya tingkat akut. Kamu bilang, "aku kembali tapi aku gak akan nangis kayak doaku yang dulu-dulu, AKU GAK AKAN NANGIS!" Bahkan kamu tidak lagi memakai kata 'engkau' pada-Nya, tapi kamu memakai kata 'Kamu'. Jadi begini kita ilustrasikan: Tuhan, kamu tau gak sih, akutu lagi bingung, bisa gak sih kamu kasih aku sedikit petunjuk akutu harus gimana. Kok ini masalah dari dulu gak selesai-selesai, apa memang gak akan selesai. Aku bingung e, aku kudu gimana. Lah aku taunya kamu kasih aku masalah tapi ya mesti ada penyelesaiannya, tapi ini kok belum ada hilal hidayah. Ini udah 2020 e, masa masih ada orang yang gak punya hati untuk merasakan ini tuh bener...

Aku sedang mendengarkanmu ...

Hai selamat malam... Pernahkah kalian membayangkan bertemu dengan seseorang entah laki-laki atau perempuan, seseorang yang datang dengan sebuah ketulusan, duduk membuatkanmu kopi atau teh panas, lalu berkata "ceritakan saja semua hal yang ingin kamu ceritakan, hal yang mengganggu pikiranmu sejak kamu tahu apa itu arti mencintai, dicintai, meninggalkan, ditinggalkan, mengkhianati, dikhianati, mengikhlaskan, diikhlaskan, menerima, diterima, menyukai, disukai, membenci, dibenci, menyakiti, disakiti, menolak, ditolak. Pertama kalinya kamu menyadari ada rasa dan suasana di balik sela-sela turunnya hujan dan setelahnya, melewati jalan yang pernah kamu lewati bersama seseorang, mengunjungi tempat yang pernah kamu kunjungi bersama langkah kaki itu, terbit dan terbenamnya matahari dengan simpul senyumnya. Semua suasana yang pernah kamu rasakan, hingga sekarang ini membenturmu, membentukmu, membawamu menjadi manusia lain atau masih sama denganmu di masa kecil. Inginkah kamu menemukan s...

Resolusi Tahun Baru 2017: No Instagram.

Jadi akhir tahun 2016 aku punya resolusi untuk 2017 yaitu menutup akun instagram. Yup sebelum akhirnya pada pertengahan 2018 aku buat akun baru Instagram. Kenapa? Kenapa saat itu menutup akun instagram trus kok buat lagi? Kenapa? Alasan menutup akun instagram pada saat itu: 1.        Kuota dan batre cepet abis. 2.        Waktu banyak terbuang di sosial media. Sebenarnya ini bisa dikontrol sih tapi pada saat itu aku belum sesadar sekarang, walau sekarang juga masih belum sadar 100%. 3.        Kaget dengan instagram, bingung, fungsinya buat apasih? belum menemukan manfaatnya pada saat itu. 4.        Melihat teman-teman kalau kumpul kok fokusnya hp, update ig dan lain-lain. Suka sebel kalo lagi ngobrol disambi sama mainan hp dan kebetulan kebanyakan pada main ig. Jadi aku membentengi diriku agar gak seperti mereka. Jadi, hapuslah akun! Kehidupan 1,5 tahun ...

Kamu senang atau bahagia?

Mengutip dari pernyataan teman bahwa kesenangan dan kebahagiaan merupakan hal yang berbeda. Mari sedikit menjabarkan versi suasana. Keduanya merupakan representasi dari suasana suka. Tapi apa yang menjadi pembeda? Kalau kalian menyadari saat orang bermaksud pergi untuk melakukan hal yang terkesan menghabiskan uang, waktu, mereka terkadang menyebutnya "ayo kita bersenang senang", mungkin tak ada satupun yang mengatakan "mari berbahagia" Jika kita lanjutkan tentang dua kata tersebut bahagia bisa dikatakan suasana suka yang lebih berharga bahkan mungkin tidak ada kata apapun yang dapat merepresentasikan kata "bahagia" itu sendiri. Kita bisa melihat undangan pesta pernikahan, terkadang ada tulisan "yang berbahagia kami ...." tidak kita temukan "yang bersenang kami ...", "untuk para tamu undangan yanh berbahagia" lebih pantas. Dan jika kita bisa mencontohkan dalam kehidupan sekitar kita, kita senang bisa belanja i...

Masih tentang menikah....

Di usia dimana teman-teman lain telah menikah. Aku masih memilih untuk sendiri dan membebaskan diri untuk melakukan hal-hal positif. Aku masih terus belajar untuk memperbaiki diri, karena menikah bukanlah hal yang hanya modal umur. Kehidupan setelah menikah bukanlah skenario yang dapat ditebak. Aku masih belajar mencintai diriku sendiri dengan kekurangan dan kelebihanku, agar saat aku mencintai orang lain, aku tak perlu kehilangan cintaku pada sendiri.

Bagaimana?

Bagaimana seseorang bisa terlihat hanya mempunyai kebahagiaan saja di kehidupan online nya, tanpa cela kesedihan sedikitpun. Gambar-gambar yang dibagikan seolah menandakan bahwa hidup ini tidak ada duka, yang ada hanya suka. Makan makanan enak, jalan-jalan, berkumpul dengan keluarga, sanak saudara, pasangan, teman, berbagi cerita. Tapi itulah yang aku harapkan sebuah kebahagiaan yang ditampilkan tanpa ada kemasan pamer. Tapi perlu digarisbawahi, lebih berharga lagi adalah orang yang jarang sekali tampil di media sosial, dia sudah sibuk berbahagia dengan orang-orang terkasih di dunia nyata sampai tak sempat membagikan momen itu. Momen itu ada tapi hanya perlu menjadi konsumsi mereka sendiri.  Kita semua tahu, seseorang yang jarang berbagi di lini masa bukan berarti tak mempunyai kehidupan. Mereka hanya ingin menikmati setiap detik waktu tanpa perlu mengkhawatirkan berapa like, komen yang didapat. Bahkan saat mereka membagikan momen pun mereka tetap tak peduli dengan respon pe...