Langsung ke konten utama

Menikah wajib gak sih? Tujuan nikah itu apa? Kenapa pengin nikah?

Hai Suasana, how are you?

Jadi hari ini banyak obrolan tentang menikah.

Aku mengajukkan beberapa pertanyaan ke beberapa teman-temanku:

Pertanyaan pertama: menikah itu wajib gak sih?
Temen A: Menurut Islam nikah itu sunah. tapi diperintahkan.
Temen B: Tidak wajib!
Temen C: Ho'o wajib gak sih? Kudu banget ki nikah?
Temen D: Kalau sudah mampu, kenapa tidak menikah?
Temen E: Harus banget ya nikah, berkomitmen itu susah loh! Nanti kalo bosen gimana?
Mamakku: Menikah itu hukum alam.

Pertanyaan kedua: apa tujuan menikah?
Temen F (belum menikah) : Menyempurnakan agama.
Temen G (sudah menikah) : Saling melengkapi.
Temen H (baru menikah)   : Punya keturunan (berkembang biak)
Temen I (belum menikah)  : Hmmmm apa ya?
Temen J (sudah menikah)  : Cari partner seumur hidup dalam segala hal.
Temen K (sudah menikah) : Cari teman ngobrol dan berbagi cerita.
Temen L (belum menikah) : Gak tau aku, belum kepikiran nikah.

Pertanyaan ketiga: kenapa pengin nikah?
Temen M: udah umurnya
Temen N: pengin punya bayi-bayi lucu
Temen O: pengin punya suami
Temen P: soalnya temen-temen seusiaku udah nikah semua
Temen Q: disuruh orang tua
Temen R: aku gak pengin, boleh gak sih kalo gak nikah?
Temen S: ya mau ngapain lagi, kuliah udah lulus, kerja udah mapan, ya udah waktunya nikah
Temen T: pengin ada yang ngurusin
Temen U: menghindari zina

Well, diumurku yang sudah 26 tahun, menikah masih menjadi hal yang asing. Terfikirkan? ya pasti. Tapi tidak dalam waktu dekat. Mungkin 3-4 tahun lagi.

Bisa ya kita sedikit menyimpulkan atau sekedar berkomentar dari setiap pertanyaan di atas.
Yang pertama, menikah itu wajib gak sih?
Kalo diliat dari segi agama Islam, aku jujur sih gak tau hadist nya, tapi responden cukup bisa dipercaya bahwa menurut Islam nikah itu sunah, itu berarti tidak wajib, tapi diperintahkan! Lalu kesimpulannya gimana? Iya iya enggak enggak, sunah tapi kok diperintahkan? yup cukup membingungkan juga sih. Mungkin kita bisa relate ke jawaban sunah bagi yang mampu dalam segala hal, yup harusnya sih dalam segala hal. Tapi bagiku semua alasan yang berdasarkan agama itu terlalu teori, jujur kurang greget. bukan tidak percaya agama. 
Lalu menikah itu hukum alam, klasik banget sih pendapat mamakku ini. Pas mamakku ngasih jawaban itu, aku tertawa, hukum alam yang seperti apa sih? No idea.
Tidak wajib, kenapa harus menikah? Kudu banget nih kita menikah? Berkomitmen sama satu orang? Kalo bosen gimana?
Jawaban dari para jajaran orang-orang yang belum terfikirkan nikah atau bahkan memang tidak mau menikah, atau menikah itu apa sih? Aku setuju sih. Well, sampe sekarang aku belum mau menikah.

Pertanyaan kedua, apa tujuan menikah?
"Menyempurnakan agama", hmmmmm lagi karna agama? kurasa orang ini tidak mau repot. semua yang mengatasnamakan agama kesannya mutlak. Well, it's okay. But menyempurnakan yang bagaimana? Kalau belum menikah agama kita tidak akan pernah sempurna? begitukah? Mungkin boleh dibantu jawab kalian yang lagi baca.
"Punya keturunan", hmmmmm so how if God doesn't give you baby until kita meninggal, tujuan nikah kita gagal dong? Trus buat apa nikah, orang gak punya anak?
"Cari partner hidup, temen ngobrol" dan kudu banget pake ikatan menikah kalo cuma mau cari temen ngobrol? Kalo partner hidup? oke sih.

Pertanyaan ketiga, kenapa pengin menikah?
"udah umurnya", hmmmm emang usia nikah paling maksimal berapa to?
"pengin punya baby lucu" kalo gak dikasih gimana? dan kalo gak lucu?
"pengin punya suami" lalu setelah punya suami?
"karna temen udah pada nikah" bilang aja malu kalo kondangan ditanya kamu kapan? gitu kan. Klasik.
"disuruh orang tua" duh lebih klasik
"aku gak pengin, boleh gak sih?" aku ikutan kamu sekarang, tapi besok gak tau hahahha
"ya mau ngapain lagi orang udah mapan" intinya akhir tujuan hidup adalah menikah ya?
"pengin ada yang ngurusin" cari pembantu aja anda!
"menghindari zina" Oh my God, boleh misuh gak sih? jadi menikah cuma biar bisa gitu2an doang dengan sertifikat halal? cari alasan lain kek yang lebih ekstrim.

Ya...
Sebagai orang yang belum menikah dan belum mau menikah dalam waktu dekat, aku belum punya semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas sih. Aku sih pernah nih ya, gak sengaja nonton acara gosip pas Thomas Djorgi lagi diwawancara itu mungkin sekitar 6 tahun lalu. alasan kenapa Thomas belum menikah dan tidak mau menikah di usianya saat itu, dan yang ku tau sampe sekarang dia juga masih belum menikah adalah "aku sendiri aja udah bahagia, belum tentu kalo aku menikah aku sebahagia sekarang" dan bagiku itu Superb!

Tapi well semua tetap ditangan Tuhan, ya kembali ke agama lagi.

Oke udah deh, kok lumayan berat ini. Oia, hari ini aku udah ke steam buat cuci motor loh. Karna pagi ini ditegur sama temen kerja kok motorku kotor banget, sampe dia itu lama banget mandangin jok motorku abis di eekin siapa kok kotor banget. Padahal itu jejak kaki kucing di kosanku yang tidurnya selalu di atas jok. Udah ya segitu aja....

Btw, maslaah itu ada aja ya, kadang lucu gitu, padahal baru selesai satu, eh muncul lagi, kayak mantan yang tiba-tiba ngechat bilang kangen. Nyebai kan?

Oke Suasana, tomorrow will be better! Bye!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi (Filsuf Islam)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filsafat sebagai bagian dari kebudayaan manusia yang amat menakjubkan. Lahir di Yunani dan dikembangkan sejak awal abad ke-6 SM [1] . Sejarah fase pengembangan Ilmu pengetahuan yang menonjol dalam sejarah tepatnya pada masa pemerintahan Bani Abbas. yang tertarik pada ilmu kedokteran Yunani dengan cara pengobatannya. Kemudian tertarik pada ilmu pengetahuan lain dan Filsafat. Perhatian pada ilmu Filsafat meningkat di zaman khalifah al-Makmun (813-833), putra Harun Al-Rasyid [2] . Tak berapa lama setelah naik tahta, Harun ar-Rasyid mendirikan Bait al-Hikmah. Bait al-Hikmah ini merupakan lembaga yang berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi. Dalam kurun dua abad, Bait al-Hikmah ternyata berhasil melahirkan banyak pemikir dan intelektual Islam. Fase pemerintahan inilah sangat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan baik secara politik maupun sosial dengan bersentuhannya pemikiran Yunani [3] . Di masa - masa keemasannya, dunia Islam te...

Biarkan dirimu pulih, berkembang dan bahagia dengan caramu, dengan olah rasamu, sesuai pijakanmu.

Apakah setiap orang punya masalah seberat masalah yang aku punya? Jawabannya bisa ya bisa tidak, kenapa? Setiap orang punya penerimaan yang berbeda-beda atas masalah yang mereka hadapi. Pasti ada saja orang yang hanya karena kehilang uang 5000, tetapi bisa terfikirkan sepanjang hari. Karena ternyata ada toko lain yang menjual barang yang dibelinya lebih murah 5000. Baginya mungkin menjengkelkan, bagimu biasa saja malah sepele. Ada orang yang menghadapi masalah asmara, rumah tangga yang begitu kompleks, tetapi tetap bisa menghadapi dengan olah rasa yang benar, sehingga tidak perlu mengganggu hari-harinya, dan bukanlah menjadi masalah besar. Kok bisa? Entah sebenarnya apa yang menjadikan hati seseorang bisa sekuat baja menghadapi sebuah masalah yang menurut orang lain berat tetapi menurut orang yang mengalami malah, ah biasa. Oh karena terlalu biasa, sering terjadi. Sebuah keseringan bermasalah, masalah yang sama ditambah masalah baru, masalah lain. Menjadikan diri semakin kuat...

Penjaga penjara? Hampir......

It was very unforgetable experience! Tahun 2012, bulannya lupa, entah dari mana infonya aku juga lupa, koran, internet atau apa itu, lupa banget. Aku mencoba untuk mendaftar CPNS di lingkungan Kemenkumham (Kementrian Hukum dan HAM). Saat itu aku masih semester 2, dan mencoba peruntungan tapi dengan niat untuk menjadi polsupas (polisi khusus pemasyarakatan) atau nama populernya sipir, belum tau juga? Itu loh penjaga penjara haha... Aku mempersiapkan segala berkas persyaratan/dokumen. Mulai dari akta kelahiran, dan ernyata aku belum mempunyai akta, aku hanya mempunyai surat keterangan lahir dari rumah sakit yang dulu menjadi saksi bisu anak sepertiku lahir dari rahim mamak yang luar biasa. Aku yang senantiasa di temani mamak langsung menuju disdukcapil, kebetulan saat itu daerahku adalah daerah otonomi baru/kabupaten baru, yaitu kabupaten Pringsewu. Maka segala urusan surat menyurat agak ribet. Setelah mendapatkan akta kelahiran. KTP sudah, KK sudah. Lanjut mengurusi berkas y...